Wajib berkata benar kepada pemimpin
Wajib berkata benar kepada pemimpin
Meski terasa pahit
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدِ
بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أُنَاسٌ لِابْنِ
عُمَرَ إِنَّا نَدْخُلُ عَلَى سُلْطَانِنَا فَنَقُولُ لَهُمْ خِلَافَ مَا
نَتَكَلَّمُ إِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِهِمْ قَالَ كُنَّا نَعُدُّهَا
نِفَاقًا
...
Ada serombongan orang yang berkata kepada ibnu umar; kalau kami bertemu
dengan para pemimpin kami maka kami pasti mengatakan sesuatu yang sama
sekali berbeda dengan apa yang kami katakan bila tidak bertemu dengan
mereka (pemimpin). Ibnu umar berkata: hal itu kami anggap sebagai sebuah
sikap munafik. (hr. Bukhori)
No comments:
Post a Comment